Apresiasi Sikap Ketua DPRD, Rohul Memang Harus Diurus Serius
PASIRPENGARAIAN – Menanggapi sikap meradangnya Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) atas lemahnya kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pelaksanaan APBD Rohul 2020, Dekan Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Pasirpengaraian sangat mengapresiasi kebijakan tersebut.
“Kita sangat apresiasi dengan sikap dan keberanian Ketua DPRD Rohul seperti ini, itu berarti ia telah menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang mengawasi kinerja pemerintah. Walaupun ia satu partai dengan Kepala Daerah. Jarang-jarang kita dapat seperti ini ia tidak akan pernah menjadi oposisi dalam kinerja pemerintah,” tutur Dekan FekonUPP, Arrafiqur Rahman, Rabu (4/3/2020).
Menanggapi lemahnya kinerja pemerintah daerah dalam merealisasi anggaran tersebut, dalam pandangan Rafiq mungkin ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian. Diantaranya, Pertama, dalam perspektif manajemen yang di kenal POAC.
“Dua fungsi seperti organizing dan controling saya pikir harus jadi perhatian utama Pemkab Rohul. Organizing ada hal penting disini yaitu the right men on the right place. Harus ada orang yang benar-benar mampu menjalankan tugas, mungkin ada banyak orang yang berjabatan tidak punya kompetensi, tapi mungkin karena dasar kedekatan diberikan amanah. Makanya wajar saja jika kinerja pemkab melempam, sehingga terkesan Rohul memang tidak diurus dengan serius dan harus di urus serius,” jelasnya.
Kedua, lanjut Rafiq, lemahnya fungsi controling. Kita tahu ini sudah tahun-tahun politik. Sehingga mungkin perhatian lebih banyak diarahkan ke strategi pemenangan periode berikutnya. Padahal, pelaksanaan atau realisasi APBD ini urusan serius hajat hidup masyarakat Rohul yang harus perlu perhatian dan kontrol yang serius dari pimpinan pemkab.
Selain itu, makanya seorang bupati itu seharusnya juga punya target capaian yang jelas dan terukur selama masa periode kepemimpinannya, sehingga ia bekerja pun dengan jelas untuk mencapai target capaiannya.
“Selama dia tidak punya target tak tau juga apa hal serius yang ingin dikerjakan. Hari ini kita merasa bahwa Rohul tak ada mimpi yang mau dikejar, sehingga kesannya memang Rohul tidak diurus serius atau juga mungkin sudah salah urus,” ujarnya.